Iklan Melayang

Tampilkan postingan dengan label INVESTASI DAN SIMPANAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INVESTASI DAN SIMPANAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Agustus 2010

Cara mudah dapat uang lewat Internet..



MoneyBumper Cash Out tiap hari

"Money Bumper" $ 0.02/ click tanpa timer


Money Bumper merupakan salah satu alternatif yang bagus dalam urusan klik-klik dapat dollar, cara nya mudah dengan klik tanpa ada timer waktu.
Kita akan dapat $ 0,02/click dan $ 0,01/click referal dan 5 iklan yang dapat diklik untuk member standar. Kalau member upgrade ada 10 iklan.

Untuk lebih detilnya langsung daftar disini
Setelah mendaftar anda bisa langsung login e-mail dan password, anda mulai klik Update Bump Board sampai muncul Bumped, kemudian dilanjutkan dengan klik Rank Website Name, setelah websitenya muncul tanpa menunggu waktu ( tanpa timer ) anda langsung klik pada baris yang sama pada kolom Bump it. Atau kalo anda tidak mau melihat websitenya langsung aja klik Bumped nya, sampai account anda bertambah $ 0.02.Untuk member standar hanya boleh meng klik 5 (lima) website per hari. Selamat mencoba....mari kita berjuang bersama....semoga sukses.
");c[e](""+a.title+"");var d=b.badgeParams;a.hasCheckoutBadge&&d&&c[e](q(b.staticHost,d.path,d.filename,d.height,d.width,d.style,d.tooltip));c[e]("
"+a.text+"
");c[e]("
"+a.visibleUrl+"
");return c[g]("")}function q(a,b,f,c,d,j,r){var h=[];h[e]('>
Untuk pertimbangan income yang akan di peroleh :


ayo coba...kita kumpulkan uang bersama... ^_^

Selasa, 03 Agustus 2010

Rencana Denominasi Rupiah: Berkah atau Bencana?

MARKETIVAOpen an AccountIt's easy, takes only 5 minutes, and you even earn $5 cash reward!CLICK HERE...

Depok, 21 Mei 2010

Rencana Denominasi Rupiah: Berkah atau Bencana?

Sufyan al Jawi - Numismatik Indonesia
sumber :http://www.wakalanusantara.com/detil.php?id=340

Bersiaplah Anda menerima gaji yang tinggal bernilai ribuan rupiah. Anda yang hari ini mendapat gaji Rp 2 Juta, lusa gaji Anda tinggal dua ribu rupiah. Tak percaya?

Uang SaneringTanpa hiruk pikuk, Pemerintah RI mulai 18 Mei 2010, mengumpulkan dana untuk memodali proyek bernama Denominasi Rupiah, yaitu memangkas tiga nol angka dalam nominal rupiah, atau yang dulu dikenal sebagai Sanering Rupiah (Sumber: BI). Peristiwa ini mengingatkan kita pada sanering 31 Desember 1965, saat Orde Lama - Soekarno memangkas nilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Caranya: uang lama 'rupiah glabak, karena dicetak dalam lembaran besar' yang beredar, umumnya bernilai Rp 50, Rp 100, Rp 500, Rp 1000, Rp 5000 dan Rp 10.000 ditarik oleh Bank Indonesia, kemudian ditukar menjadi 5 sen untuk Rp 50, 10 sen untuk Rp 100, dan 50 sen untuk Rp 500, lalu Rp 1 untuk Rp 1000, Rp 5 untuk Rp 5000, serta Rp 10 untuk baru Rp 10.000 lama.

Sanering RupiahDenominasi Rupiah, atau Sanering kali ini didanai dari Surat Utang Negara (SUN). Penjualan SUN Denominasi Rupiah ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah dana terkumpul dirasa cukup oleh pemerintah, maka sanering segera dimulai. Memang wacana sanering rupiah sudah lama muncul sejak Reformasi 1999, dan kini mendekati kenyataan. Rencananya Rp 1000 saat ini akan diganti dengan Rp 1 baru, tentu dengan gambar uang kertas yang nyaris serupa. Misalnya Rp 100.000 yang bergambar Soekarno-Hatta akan ditarik, dan ditukar dengan Rp 100 baru yang juga bergambar Soekarno-Hatta, seperti dulu ketika BI menarik uang plastik Rp 100.000 berbahan polymer gambarnya hanya dimodivikasi. Lembaran bergambar I Gusti Ngurah Rai yang bernominal Rp 50.000, kelak ditukar menjadi Rp 50. Begitu pula dengan rupiah pecahan lainnya, tetapi kali ini uang kertas Rp 1000 kemungkinan besar diganti dengan koin, jadi uang kertas terkecil nantinya Rp 2 baru bergambar Pangeran Antasari. Untuk uang logam, akan di mulai dari nominal 50 sen untuk mengganti Rp 500, dan Rp 1 untuk mengganti Rp 1000.

Begitu pula dengan nilai nominal rupiah dalam rekening bank dan slip gaji kita. Akan otomatis dipangkas 3 digit dalam penulisannya. Misalnya: rekening tabungan Rp 1.525.720,00 akan ditulis Rp 1.525,72 dan ini tentu lebih efisien, sebab denominasi rupiah akan mengangkat citra mata uang republik ini di mata dunia internasonal, karena penulisan rupiah setara dengan penulisan mata uang lain. Uang baru nantinya akan beredar bersama dengan rupiah sekarang, dan pedagang nantinya diwajibkan untuk menulis harga barang dengan dua jenis rupiah secara berdampingan. Misalnya: 1 Kg beras Rp 6.000, menjadi 1 Kg beras Rp 6000 / Rp 6 baru. Hal ini tidaklah aneh, tanpa disadari kebiasaan masyarakat saat ini memangkas nilai uang dalam istilah sehari-hari, mereka menyebut 50 untuk nominal Rp 50.000, juga 120 untuk Rp 120.000.

Denominasi ini katanya untuk mencegah diterbitkannya rupiah dalam nominal yang lebih besar lagi akibat inflasi. Beberapa waktu yang lalu, memang dikuatirkan oleh belbagai pihak bahwa nominal dalam lembaran rupiah akan terus membengkak, bahkan hingga 7 digit, yaitu Rp 1.000.000. Kekuatiran ini diawali oleh rencana terbitnya Rp 200.000 dan Rp 500.000 pasca beredarnya uang kertas Rp 2000 pada tahun 2009 kemarin. Namun sayang, proyek denominasi rupiah kali ini pun tidak dibekali oleh pondasi yang kuat. Sanering justru dibiayai dari Surat Utang Negara (SUN), ini tentunya akan membebani rupiah kelak.

Seharusnya pemerintah bukan mengumpulkan dana dari utang, tetapi menabung dalam bentuk emas dari sebagian penghasilannya. Kalau tak sanggup mengumpulkan emas batangan karena tak ada uang tunai, alangkah baiknya pemerintah segera mengajak masyarakat untuk menabung dalam dinar. Setelah pondasi keuangan terbentuk di masyarakat, misalnya telah beredar 25 juta koin dinar emas, barulah pemerintah mengkaitkan rupiah dengan dinar, untuk memperkuat rupiah baru.

Hal ini tidaklah berlebihan, bila setiap keluarga WNI dianjurkan untuk menabung 1/2 atau 1 dinar emas. Lepas dari itu semua, yang terpenting bagi kita, rakyat Indonesia, denominasi rupiah tidak menjadi awal dari bencana permainan riba ex nihilo atau zero sum game dalam rupiah. Sebab nantinya rakyat yang kalah gesit mengimbagi permainan ini pasti semakin terpuruk kondisinya. [SF]

Kamis, 27 Mei 2010

Mencermati Kemilau Reksa Dana Pasar Uang

MARKETIVAOpen an AccountIt's easy, takes only 5 minutes, and you even earn $5 cash reward!CLICK HERE...


Senin, 26/04/2010 08:01 WIB
Mencermati Kemilau Reksa Dana Pasar Uang
sumber : Indro Bagus - detikFinance

Jakarta - Siapa sangka, diantara semua jenis reksa dana, produk reksa dana pasar uang telah mencetak peningkatan Nilai Aktiva Bersih (NAB) paling tinggi sepanjang tahun ini, yakni sebesar 49,47%.

Dari 9 produk yang diklasifikasikan bersama dengan reksa dana, 6 diantaranya mengalami penurunan NAB, sedangkan 2 lainnya menemani reksa dana pasar uang menoreh keuntungan.

Sebagai catatan bagi yang belum tahu, apa yang dimaksud NAB adalah posisi aset kelolaan nasabah. Istilah ini digunakan untuk menyebutkan posisi portofolio nasabah.

Nah, berdasarkan data Pusat Informasi Reksa Dana yang dipublikasikan Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), yang baru saja dibuka kembali setelah ditutup selama 2 tahun lebih tanpa alasan yang jelas itu, jawara kenaikan NAB tertinggi hingga pekan kemarin adalah produk reksa dana pasar uang.

Secara total, posisi NAB seluruh produk reksa dana per akhir pekan kemarin tercatat sebesar Rp 117,291 triliun, naik tipis 0,47% dari posisi akhir tahun 2009 sebesar Rp 116,732 triliun.

Sementara jumlah unit reksa dana yang dibeli hingga pekan kemarin sebanyak 71,350 miliar unit, meningkat 1,96% dari posisi akhir tahun lalu sebanyak 69,978 miliar unit.

Melihat rasio pertumbuhan unit penyertaan yang jauh lebih tinggi ketimbang peningkatan NAB yang hanya naik tipis, menunjukkan kalau sebagian besar aset kelolaan banyak mengalami penurunan.

Benar saja, kalau dijabarkan ternyata sebagian besar NAB per jenis reksa dana mengalami penurunan.

Bapepam-LK mengklasifikasikan 9 jenis produk dana kelolaan yakni
1. Reksa dana saham.
2. Reksa dana pasar uang.
3. Reksa dana campuran.
4. Reksa dana pendapatan tetap.
5. Reksa dana terproteksi.
6. Reksa dana indeks.
7. Exchange Trade Fund (ETF) saham.
8. ETF pendapatan tetap.
9. Syariah.

Dari 9 jenis produk dana kelolaan tersebut, 6 diantaranya mengalami penurunan NAB, sedangkan yang naik hanya 3 produk. Produk ETF pendapatan tetap mencatat persentase penurunan NAB tertinggi sepanjang tahun ini, yakni sebesar 34,18% dari Rp 629,33 miliar di akhir tahun 2009 menjadi Rp 414,194 miliar di akhir pekan lalu.

Produk reksa dana indeks berada di posisi kedua terburuk dengan penurunan NAB sebesar 28,63% dari Rp 290,190 miliar di akhir tahun 2009 menjadi Rp 207,093 miliar di akhir pekan lalu.

Kemudian jenis ETF saham menurun 11,46% dari Rp 45,130 miliar di akhir tahun lalu menjadi Rp 39,958 miliar di akhir pekan lalu.

Produk reksa dana pendapatan tetap mengalami penurunan NAB sebesar 5,81% dari sebesar Rp 20,087 triliun di akhir 2009 menjadi Rp 18,919 triliun di akhir pekan lalu.

Reksa dana terproteksi secara total juga mengalami penurunan NAB sebesar 4,19% dari posisi akhir tahun 2009 sebesar Rp 34,623 triliun menjadi Rp 33,170 triliun di akhir pekan lalu.

Terakhir, produk reksa dana campuran yang mengalami penurunan NAB sebesar 2,49% dari sebesar Rp 15,657 triliun di akhir 2009, menjadi sebesar Rp 15,267 triliun di akhir pekan lalu.

Jika ditotal, posisi NAB 6 produk di atas sebesar Rp 68,017 triliun di akhir pekan lalu, turun 4,64% atau Rp 3,314 triliun dari posisi akhir tahun 2009 sebesar Rp 71,331 triliun.

Untungnya, kenaikan NAB 3 produk lainnya berhasil mengangkat seluruh total NAB produk dana kelolaan, terutama ditopang oleh kenaikan NAB produk reksa dana pasar uang yang menjadi jawara.

Sedangkan produk reksa dana saham dan dana kelolaan syariah ikut menyumbangkan kenaikan NAB, meskipun tidak sebesar reksa dana pasar uang.

NAB dana kelolaan syariah di akhir pekan lalu tercatat sebesar Rp 3,675 triliun, naik tipis 0,1% atau Rp 4 miliar dari posisi akhir 2009 sebesar Rp 3,671 triliun.

Kemudian posisi NAB reksa dana saham di akhir pekan lalu tercatat sebesar Rp 37,795 triliun, naik 3,53% atau Rp 1,288 triliun dibanding akhir tahun 2009 sebesar Rp 36,507 triliun.

Terakhir, produk reksa dana pasar uang mencatat NAB sebesar Rp 7,801 triliun di akhir pekan lalu, melejit 49,47% atau Rp 2,582 triliun dari posisi akhir tahun 2009 sebesar Rp 5,219 triliun.

Total NAB 3 produk tersebut tercatat sebesar Rp 49,271 triliun di akhir pekan lalu, naik 8,53% atau Rp 3,874 triliun dibanding posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 45,397 triliun.

Kenaikan NAB reksa dana pasar uang, baik dari persentase maupun nilai nominalnya sukses menopang kenaikan seluruh NAB produk dana kelolaan, setidaknya hingga pekan kemarin.

Sebagai catatan, posisi NAB seluruh produk dana kelolaan saat ini sebesar Rp 117,291 triliun merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Lantas, kenapa produk reksa dana pasar uang begitu menoreh kemilau besar tahun ini?

Reksa dana pasar uang merupakan produk dana kelolaan yang penempatan dananya dialokasikan sebagian besar (80%) pada produk tabungan, deposito dan sertifikat Bank Indonesia (SBI), sedangkan sisanya pada instrumen-instrumen surat utang jangka pendek (kurang dari setahun).

Secara sederhana dapat disimpulkan, bahwa kenaikan NAB produk reksa dana pasar uang terjadi karena adanya dana masuk cukup besar produk ini serta peningkatan nilai portofolio nasabah pada instrumen-instrumen tersebut.

Pertanyaannya kemudian, mengapa terjadi minat besar-besaran menanamkan investasi pada instrumen tabungan, deposito, SBI dan surat utang jangka pendek?

Jawabannya sederhana. Proyeksi ekonomi terkini mengindikasikan adanya pemulihan ekonomi global yang "dijadwalkan" akan dimulai pada semester II-2010.

Pemulihan ekonomi, biasanya diiringi oleh adanya permintaan atau daya beli yang berselisih dengan penawaran atas produksi atau yang dikenal dengan istilah inflasi. Semakin besar rasio inflasi, dalam konteks pemulihan ekonomi berarti terjadi peningkatan permintaan ketimbang posisi penawaran.

Nah, proyeksi terjadinya peningkatan inflasi selalu mengindikasikan akan terjadinya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Sebab, secara etika ilmu ekonomi, nilai suku bunga acuan bank tidak bisa lebih rendah dari inflasi.

Oleh sebab itu, mudah disimpulkan bahwa rekomendasi pemulihan ekonomi memunculkan ekspektasi atas adanya kenaikan BI Rate pada semester II-2010, sebagaimana telah diproyeksikan banyak analis, bahkan pejabat BI sekalipun bernada sama.

Kenaikan BI Rate, sudah barang tentu akan membuat suku bunga tabungan dan deposito bank serta SBI mengalami kenaikan. Dan ini dapat dipastikan akan memberikan peningkatan selisih (yield) pada produk-produk tersebut.

Jadi wajar saja, jika sebagian pelaku pasar kini memburu produk reksa dana pasar uang, didorong oleh ekspektasi kenaikan BI Rate, dengan harapan dapat menuai keuntungan di tengah sentimen pemulihan ekonomi global.


(dro/qom)

Dow Jones Terpuruk di Bawah 10.000

MARKETIVAOpen an AccountIt's easy, takes only 5 minutes, and you even earn $5 cash reward!CLICK HERE...


Dow Jones Terpuruk di Bawah 10.000
sumber :Nurul Qomariyah - detikFinance


Foto: Reuters
New York - Saham-saham di bursa Wall Street berbalik arah ke teritori negatif, bahkan indeks Dow Jones terpuruk di bawah level 10.000. Investor masih terus waspada di tengah pasar yang sangat sensitif oleh rumor-rumor di pasar.

Investor mendapatkan sentimen negatif dari China yang kabarnya sedang mengkaji ulang kepemilikannya atas surat berharga Eropa. Financial Times mengutip seorang pejabat China yang mengelola cadangan devisa negara tersebut mengungkapkan adanya pertemuan dengan broker asing untuk mendiskusikan masalah tersebut.

Hal itu langsung memicu profit taking setelah kemarin saham-saham berhasil ditutup di teritori positif.

"Pasar masih gugup. Pembalikan ke teritori positif yang terjadi sebelumnya tidak berarti koreksi pasar sudah berakhir atau investor yakin tentang arah kebijakan Eropa maupun kesuksesan kebijakan Eropa," ujar Tim Chriskey, chief investment officer dari Solaris Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/5/2010).

Pada perdagangan Rabu (26/5/2010), indeks Dow Jones tercatat turun 69,30 poin (0,69%) ke level 9.974,45. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 6,08 poin (0,57%) ke level 1.067,95 dan Nasdaq melemah 15,07 poin (0,68%) ke level 2.195,88.

Saham-saham berkapitalisasi besar termasuk Microsoft Corp dan McDonald's Corp menjadi penentu pelemahan Dow Jones yang terbesar. Saham Microsoft tercatat turun hingga 4,1%, sementara McDonald's turun 2,7%.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan volume transaksi di New York Stock Exchange mencapai 12,44 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)

rekomendasi saham

MARKETIVAOpen an AccountIt's easy, takes only 5 minutes, and you even earn $5 cash reward!CLICK HERE...


Rekomendasi Saham
IHSG Bakal Didera Profit Taking
sumber : Nurul Qomariyah - detikFinance


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melesat tajam hingga 7% dan menjadi terkuat dibandingkan bursa Asia lainnya. IHSG melonjak dalam transaksi yang tidak terlalu besar seiring penguatan bursa-bursa regional lainnya.

Pada perdagangan Rabu (26/5/2010), IHSG ditutup melesat tajam 182,661 poin (7,27%) ke level 2.696,780. Indeks LQ 45 juga menguat hingga 38,415 poin (7,95%) ke level 521,636.

Namun kini koreksi sudah kembali ada di depan mata. Penguatan yang terlalu tajam, plus sentimen koreksi bursa-bursa utama dunia akan membawa IHSG kembali ke teritori negatif.

IHSG pada perdagangan Kamis (27/5/2010) diprediksi akan bergerak di teritori negatif. Saham-saham unggulan yang kemarin sudah melesat tajam akan didera koreksi, termasuk saham-saham grup Bakrie.

Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah, dengan indeks Dow Jones terpuruk di bawah level 10.000. Investor masih terus waspada di tengah pasar yang sangat sensitif oleh rumor-rumor di pasar.

Pada perdagangan Rabu (26/5/2010), indeks Dow Jones tercatat turun 69,30 poin (0,69%) ke level 9.974,45. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 6,08 poin (0,57%) ke level 1.067,95 dan Nasdaq melemah 15,07 poin (0,68%) ke level 2.195,88.

Bursa Tokyo kemarin juga dibuka langsung mengalami koreksi. Indeks Nikkei-225 dibuka langsung melemah 104,58 poin (1,10%) ke level 9.418,08.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

OSK Nusadana Securities Indonesia

IHSG hari ini diperkirakan rawan koreksi setelah pada perdagangan kemarin naik cukup signifikan. Diperkirakan support saat ini sekitar level 2,637.63 dan resistance di 2,689.07

Secara umum IHSG akan kembali mencoba masuk ke uptrend channel dimana level 2,755.01 adalah level konfirmasi lebih lanjut.

Secara umum pada terlihat MFI Optimized masih cenderung naik dengan menguji level antara 2,689.07 dengan 2,791.95 atau sekitar level 2,740.51, namun indikator W%R Optimized yang relatif sensitif terhadap pergerakan harian cenderung untuk top reversal .

Dengan demikian jika terjadi koreksi hari ini diperkirakan masih wajar sejauh tidak tembus level 2,589.16.

(qom/qom)

Senin, 17 Mei 2010

MARKETIVAOpen an AccountIt's easy, takes only 5 minutes, and you even earn $5 cash reward!CLICK HERE...


IHSG Jatuh Lagi ke Level 2.700
Indro Bagus - detikFinance


(foto: dok detikFinance)


Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami koreksi tajam dan ditutup di level 2.700-an. Sentimen negatif bursa global masih memberikan tekanan jual hebat dalam volume dan nilai transaksi tipis.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.857,989 dan langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.782,813, anjlok 74 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.858,385.

Koreksi tajam IHSG terjadi dalam volume dan nilai transaksi tipis. Seluruh saham-saham unggulan mengalami tekanan jual yang sangat berat. Indeks-indeks saham sektoral seluruhnya terjebak di teritori negatif dengan penurunan antara 1-3%.

Sentimen negatif situasi utang Yunani menyebabkan investor di kawasan Asia memutuskan menarik dana segar ketimbang memegang portofolio efek. Seluruh bursa-bursa regional Asia pun didera tekanan jual dan mengalami koreksi tajam.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 211 miliar.

Pada perdagangan Senin (17/5/2010) sesi I, IHSG ditutup anjlok 65,118 poin (2,27%) ke level 2.793,267. Indeks LQ 45 turun 13,769 poin (2,49%) ke level 537,229.

Perdagangan berjalan lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar hanya 35.589 kali pada volume 1,703 miliar lembar saham senilai Rp 1,561 triliun. Sebanyak 17 saham naik, 206 saham turun dan 24 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami koreksi:
  • Indeks Shanghai turun tajam 79,53 poin (2,95%) ke level 2.617,09.
  • Indeks Hang Seng anjlok 499,42 poin (2,48%) ke level 19.646,01.
  • Indeks Nikkei 225 turun 246,90 poin (2,36%) ke level 10.215,61.
  • Indeks Strait Times turun 33,26 poin (1,16%) ke level 2.821,95.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Rp 350 ke Rp 2.500, Bank NISP (NISP) naik Rp 30 ke Rp 940, BFI Finance (BFIN) naik Rp 25 ke Rp 2.150, Bank Agro (AGRO) naik Rp 3 ke Rp 156.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garama (GGRM) turun Rp 1.700 ke Rp 29.750, Astra International (ASII) turun Rp 1.250 ke Rp 41.350, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 37.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 20.350. (dro/dnl)

Sabtu, 24 Januari 2009

DEPOSITO

DEPOSITO
Tumbuh dengan terencana



Di blog saya dah ada cara ngitung deposito tapi definisi atau keterangan lain deposito belum ada… hehe.. qta bahas yuk…

DEFINISI DEPOSITO
Deposito adalah simpanan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat – syarat tertentu. Deposito dapat dicairkansetelah jangka waktu berakhir. Deposito yang akan jatuh tempo dapat diperpanjang secara otomatis ( Automatic Roll Overl). Deposito tidak hanya bisa dalam mata uang rupiah namun juga bisa dalam mata uang asing.

DEPOSITO BERJANGKA
1. Merupakan simpanan yang pencairannya dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu.
2. Umumnya punya jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, 12 sampai 24 bulan.
3. Di terbitkan dengan mencantumkan nama pemilik deposito baik perorangan maupun lembaga.
4. Kepada setiap deposan diberikanbunga yang besarnya dan waktu pembayarannya sesuai dengan yang berlaku di masing – masing bank.
5. Pembayaran bunga deposito dapat dilakukan setiap bulan atau setelah jatuh tempo sesuai jangka waktunya.
6. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai atau non tunai (pemindahbukuan).
7. Kepada setiap deposan dengan nilai nominal deposito tertentu dikenakan pajak penghasilan dari bunga yang diterimanya.
8. Pencairan deposito sebelum jatuh tempo umumnya dikenakan denda.

SERTIFIKAT DEPOSITO
1. Merupakan simpanan yang diterbitkan dengan jangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan.
2. Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat , tanpa mencantumkan nama pemilik deposito.
3. Sertifikat deposito dapat diperjualbelikan kepada pihak lain.
4. Pembayaran bunga sertifikat deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan atau pada saat jatuh tempo, baik tunai maupun non tunai.

KEUNTUNGAN DEPOSITO
1. Deposito dapat dijadikan jaminan kredit.
2. Memperoleh hasil bunga yang umumnya lebih tinggi dari bentuk simpanan lainnya.
3. Dapat mengelola keuangan secara lebih terencana sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktu deposito.

HAL – HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM DEPOSITO
1. Pastikan anda menerima bilyet / surat berharga (Deposito Berjangka / Sertifikat Deposito).
2. Pada saat jatuh tempo, anda berhak menerima pokok dan bunga deposito sesuai bunga yang berlaku setelah dipotong pajak.
3. Pada saat pencairan deposito, anda berkewajiban untuk menandatangani formulir pencairan.
4. Perhatikan tingkat suku bunga deposito yang berlaku dan pastikan telah sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

kumpul blogger

Subcribe & Bookmark

Bookmark and Share

Bookmark and Share
Subscribe My Feed