Iklan Melayang

Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2009

Misteri Nangis Darah Calvino Inman

MARKETIVA

Open an Account
It's easy, takes only 5 minutes, and you even earn $5 cash reward!

CLICK HERE...


Misteri Nangis Darah Calvino Inman

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto: abcnews)
Tennessee, Lazimnya, seseorang mengeluarkan air mata ketika menangis. Namun yang terjadi pada seorang remaja asal Amerika sangatlah tidak lazim. Calvino Inman, remaja yang berumur 15 tahun itu justru mengeluarkan darah ketika menangis.

Keluarnya darah dari air mata Inman hingga kini masih menjadi misteri. Remaja asal Tennessee, Amerika itu bisa menangis dan mengeluarkan darah dari matanya tanpa terkontrol, bisa tiga kali sehari. Bahkan dokter pun masih belum bisa menjawab mengapa hal itu bisa terjadi.

"Terkadang saya merasa kalau darah itu akan keluar, seperti air mata saja, dan mata saya pun menjadi basah kemudian," ujar Inman, seperti dilansir ABC News, Kamis (3/9/2009). Inman pun mangatakan bahwa darah yang keluar dari matanya bisa berlangsung sekitar satu jam.

Ketika darah itu keluar dari matanya untuk pertama kali, ibunya justru memanggil 911. "Hal paling mengerikan dan menyedihkan dalam hidup saya adalah ketika ia memandang padaku dan berkata 'Ibu, apakah saya akan mati? dan saat itu juga hati saya terasa hancur," ujar Tammy Mynatt, ibunda Inman.

Mynatt pun kemudian mengajak anaknya untuk melakukan MRI dan CAT scan serta tes ultrasonik kepada para spesialis, tapi tidak satu dokter pun yang tahu mengapa hal itu bisa terjadi.

Seorang dokter ophtamolog, dr. Rex Hamilton hanya bisa mendiagnosa kemungkinan penyakit yang diderita Inman sebagai penyakit Haemolacria, yang artinya air mata darah.

"Itu hanya sebuah istilah deskriptif untuk air mata yang mengeluarkan darah. Tapi untuk penyebab khususnya masih belum diketahui," ujar Hamilton.

Di negeri India, kejadian seperti ini sebenarnya sudah ada. Twinkle Dwivedi, seorang anak usia 13 tahun tidak hanya mengeluarkan air mata berdarah, tapi juga mengeluarkan darah dari kepala, kaki dan tangannya tanpa ada gejala apapun sebelumnya.

Ibunda Inman hanya berharap suatu hari nanti akan ada obat yang bisa menghentikan keluarnya darah dari mata sang anak, sehingga ia bisa diterima kembali di lingkungannya, karena selama ini ia hanya dijadikan bahan olokan oleh teman-temannya.

source: www.detik.com
3 sept 2009

Senin, 31 Agustus 2009

Stunning Tips on How to Grow Taller Naturally - 5 Tips to Help You Increase Your Height Naturally

MARKETIVA

Open an Account
It's easy, takes only 5 minutes, and you even earn $5 cash reward!

CLICK HERE...


Stunning Tips on How to Grow Taller Naturally - 5 Tips to Help You Increase Your Height Naturally
By Casey Gentles



There are definitely abundant tips available on the market on how to grow taller. Experts in this field have researched on the various factors involving science and the environment that can make a person taller. Below are some of bits and pieces of advice to help you add a few inches to your height:



* Deep breathing start things out. This simple exercise helps in bringing in more oxygen into the bloodstream. Blood carries oxygenated blood, and hormones to the different parts of the body.



* Stretching is a wise choice of exercise to grow taller. Resistance-training is a form of stretching exercise that produces certain amounts of HGH or Human growth hormone. Through increasing your bone density and thickening your cartilage; growing taller is not a far-fetched dream for anyone.



* Be exposed to adequate rays of the sun. It provides you with a wide array of Vitamin C and, Vitamin D. Therefore, having direct exposure to sunlight is advisable because ultraviolet rays in sunshine are converted by your skin into this very valuable substance.



* A walk in the morning is a must. After stretching and breathing exercises, reward yourself a pleasurable morning walk. Aside from the fact that it is less tiring, it is a form of exercise that is proven, and effective.



* It is vital to stimulate your growth hormones. Upon completion of all the exercises above- mentioned, have yourself pampered with a massage to certain parts of your body. It stimulates your growth hormones that aids in making you grow taller.



The above are just a few tips on How To Grow Taller Naturally. There are many other factors involved in growing taller naturally. The truth is, you can grow up to 1 - 4 inches to your current height in as little as 6 weeks. This may seems impossible to you but it is 100% truth. There is a scientifically proven secret to make you grow taller naturally regardless of your current age, height or gender. If you want to learn of this secret and add 1- 4 inches to your height in 6 weeks or less then I urge you to follow this link: How To Grow Taller Naturally.

Kamis, 30 Juli 2009

PENCEGAHAN DINI UNTUK KANKER LAMBUNG

PENCEGAHAN DINI UNTUK KANKER LAMBUNG

Jaman sekarang.. banyak bgt jenis penyakit.. entah penyebab pastinya apa… kali ini saya mau ngebahas ttg kannker lambung.. let check it out… ^_^

Kanker menjadi penyakit yanjamak didengar saat ini.. salah satunya kanker lambung atau gastric cancer yang menyrang orang pada usia 50-60 tahun, dengan perbandingan antara pria dan wanita 3:1.

Kanker lambung disebabkan oleh dua hal, factor keturunan dan factor pola hidup yang tidak sehat seperti, stress dan mengkonsumsi makanan yg diawetkan dan tidak sadar makanan tersebut dapat berjamur dalam jangka waktu yg lama.

Untuk orang yang riwayat keluarganya menderita penyakit lambung atau kanker lambung, disarankanuntuk melakukan medical check up secara rutin

Atrophic gastritis, polip dilambung, dan penyakit kronis lambung menjadi hal yang patut diwaspadai karena itu tanda awalperubahan kanker. Jadi yang sudah mengetahui pola hidup yang tidak sehat sebaiknya mulai mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbangserta berusaha meminimalkan stress..

Gejala kanker lanmbung sifatnya tersembunyi, sehingga tdk ada tanda klinis yg jelas dan sering mengkibatkansalah diagnose. Salah satu sifat penyakit ini adalah mudah menyebar dan kambuh kembali. Untuk itu pencegahan dini dengan diagnose sedini mungkin menjadi langkah yang tepat untuk mencegah penyebaran sel kanker.

Pada stadium awal, gejala kanker lambung adalah perut bagian atas tidak sehat, sakit perut, tidak ada selera makan, mual dan muntah. Sementara gejala dari kanker stadium akhir adalah berat badan menurun, anemia dan pendarahan.

Diagnose untuk kanker lambung diantaranya dengan USG, CT-Scan untuk melihat area organ lain, pemeriksaan darah dengan tumor marker seperti CEA,FSA, dan GCA. Ada pula diagnose lain seperti fiber endoscopy yang dibarengi dengan pemeriksaan biopsy, yang dapat endiagnosa kanker lambung.

Dokter akan mempertimbangkan penyakit ini bwrdasarkan posisi letak umor, pathology jenis tumor, pembagian stadium dan kondisi stamina pasien untuk memutuskan rencana pengobatan. Metode yang biasa untuk membantu mengatasi kanker lambung adalah dengan operasi dan kemotrapi. Operasi bisa diterapkan apabila pasien bisa memiliki daya tahan yang baik terhadapefek operasi, umumnya untuk penderita di stadium awal atau sedang.

Modern Hospital Guangzhou, China menerapkan metode baru untuk menolong penderita kanker lambung yaitu dengan metode gabungan timur barat, menggabungkan beberapa metode yang tepat sasaran, aman, berefek samping minimal, dan dengan masa pemulihan yang lebih singkat. Metodenya berupa: Transarterial Intercurrent Local Chemoteraphy, terapi knker modern dengan “pemanasan” – Terapi Hyperthermia pada rongga perut, terapi kekebalan biologi modern untuk menghindari penyebaran sel kanker, dan terapi Photodynamic dengan proses penyinaran langsung terhadap kanker, serta terapi herbal.

Sumber: KOmpas/ 2 Juni 2009


Semoga kita selalu dalam lindungan ALLAh..kita selalu sehat dan bahagia.. amin…

Sabtu, 16 Mei 2009

LINDUNGI DIRI ANDA DARI KANKER SERVIKS

LINDUNGI DIRI ANDA DARI KANKER SERVIKS

Taukah anda, bahwa didunia, setiap dua menit, seorang perempuan meninggal akibat kanker serviks? 1

Bagaimana di Indonesia? Diperkirakan setiap satu jam satu orang perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks 2

Apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasinya? Mari gunakan waktu dua menit atau lebih untuk mengetahui informasi mengeni kanker serviks.

Kanker Serviks, Apakah itu?

· Kanker serviks (leher rahim)adalah tubuhnya sel-sel tidak normal pada serviks (leher rahim)3.

· Perubahan menjadi sel kanker memakan waktu 10 hingga 15 tahun.

Apakah dampak yang diakibatkan Kanker Serviks?

Kanker serviks umumnyaterjadi pada rentang usia 30 hingga 50 tahun, yaitu puncak usia reproduktif perempuan sehingga akan menyebabkan gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiwaan dan kesehatan seksual.4,5

Apa penyebab Kanker Serviks?

· Human Papilloma Virus (HPV) yang bersifat ongkogenik (menyebabkan kanker).

· Di dunia, diketahui HPV tipe 16, 18, dan 45, 31 dan 52 secara bersamaan telah menjadi penyebab lebih dari 80% kasus kanker serviks. 6

· HPV 16 dan 18 secara bersama mewakili 70% penyebab utama kanker serviks.7

Apa lagi tentang HPV yang perlu saya ketahui ?

1. HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual .8

2. Penularan dapat juga terjadi meskitidak melalui hubungan seksual8 . Contohnya, penggunaan bersama alat-alat pribadi terutam yang telah terkontraminasi, seperti penggunaan bersama handuk atau pakaian penderita yang terkontraminasi. 9,10

3. HPV sangat resisten (bertahan) terhadap panas dan proses pengeringan (desiccation)11.

Factor apa saja yang mendukung timbulnya kanker serviks?12-14

1. Menikah di usia muda (dikaitkan dengan usia pertaa kali saat berhubungan seksual).

2. Kehamilan yang sering.

3. Merokok.

4. Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang.

5. Dan penyakit menular seksual.

Bagaimana gejala dari kanker serviks?

Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa menimbulkan gejala. Namun jika dilakukan pemeriksaan skrining dapat ditemukan adanya sel-sel serviks yang tidak normal yang disebut juga sebagai lesi prakanker.

Bila kanker sudah mengalami progresifitas maka gejala-gejala yang dapat timbul antara lain:

1. Pendarahan dari liang sanggama,

2. Timbulnya keputihan yang bercampur darah dan berbau.

3. Nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bhisa buang air kecil.

Jangan tunda untuk menghbungi dookter jika anda menemui gejala tersebut.

Siapa yang beresiko terkena kanker serviks?

1. 80% perempuan akan terinfeksi oleh HPV pada masa hidupnya. 16-18.

2. 50% diantaranya akan terinfeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker pada masa hidupnya. 18-19

Apakah setiap perempuan memiliki risiko terkena infeksi HPV?

Setiap perempuan berisiko terkena infeksi HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya, tanpa memandang usia dan bagaimana gaya hidupnya. 16-18,20

Mengapa setiap perempuan berisiko?21,22

1. Infeksi yang berulang dan menetap (persisten) hampir tidak bergejala pada tahap awal.

2. Perkembangan menuju kanker serviks sering kali terjadi setelah beberapa tahun sesudahnya.

3. Setelah terinfeksi, tubuh tidak selalu membentuk kekebalan(antibody) terhadap HPV sehingga tubuh tidak terlindung dari infeksi baru ataupun re-infeksi.

Bagaimana cara menginfeksi kanker serviks?

1. Pap Smear atau

2. Inveksi Visual Asetat (IVA-Visual Inspection with Acetic Acid)

Namun, yang perlu menjadi catatan penting disini adalah skrining tidak dapat mencegah terjadinya kanker serviks.23

Apa yang harus dilakukan jika sudah terkena kanker serviks?

Tindakan pengobatan atau terapi sangat bergantung dari mana stadium kanker serviks saat didiagnosis. Dikenal beberapa tindakan (modalitas) dalam menata laksana kanker serviks antara lain;24

1. Tindakan bedah (surgical treatment),

2. Radioterapi,

3. Kemoterapi, dan

4. Terapi paliatif (palliative care) yang lebih difokuskan pada peningkatan kualitas hidup pasien.

Bagaiman cara mencegah Kanker serviks?

Pencegahan kanker serviks dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu:

1. Pencegahan primer:Vaksinasi

2. Pencegahan skunder : Pap Smear atau Inspeksi Visual Asestat (IVA) bagi mereka yang telah berhubungan seksual.

Dari studi penelitian menunjukan vaksinasi bersama dengan skrining dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif. 25,26

Mengapa Vaksinasi?27

1. Vaksinasi saat ini merupakan era baru dalam pencegahan kanker serviks bagi remaja putrid da n perempuan dewasa.

2. Melalui vaksinasi, diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab utama kejadian kanker serviks.

3. Selain itu, vaksinasi juga dapat memberikan perlindungan silang terhadap infeksi HPV lainnya penyebab kanker tipe 45, 31 dan 52.

Kapan vaksinasi sebaiknya diberikan?

1. Vaksinasi sebaiknya diberikan sedini mungkin.

2. Rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan HOGI (Himpunan Onkologi Genekologi Indonesia) vaksinasi dapat diberikan pada remaja putrid mulai usia 10 tahun. 28,29

Apa dampaknya bila menunda Vaksinasi?

1. Setiap perempuan beresiko terkena infeksi HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya tanpa memandang usia dan gaya hidupnya. 16-18, 20

2. Menunda vaksinasi berarti menempatkan diri pada risiko terkena infeksi dan menunda kesempatan perlindungan yang dapat diberikan oleh vaksin.30

Bagaimana jadwal pemberian Vaksinasi?

Vaksinasi dilakukan dalam tiga tahap dosis pemberian yaitu bulan ke-0 ,1 (2) dan 6 (contoh:vaksinasi I pada januari , vaksinasi II pda Februari dan Vaksinasi III pada Juli). 28,29

Apakah vaksinasi HPV ada efek samping?31

Sejauh ini, hampir semua efek samping yang ditimbulkan lebih bersifat lokal, yakni nyeri didaerah sekitar tempat penyuntikan (injeksi).

Konsultasikan pada dokter anda mengenai cara perlindungan yang bijaksana terhadap infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Sekarang, Anda bisa membantu menyelamatkan diri anda dan orang-orang tersayang dari ancaman kanker serviks.

Yup… sebaiknya kita lebih menjaga kesehatan diri sendiri & orang yang kita sayangi ya..paling tidak..mengingatkan… okey.. informasinya segii dulu yah… ada yang mau komentar…? Tulis aja yah…apa yang mau kalian omongin… makasiy… ^_^ -miTa cHaLik-

Referensi:

1. Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC 2004.

2. Globocan 2002. IARC. http://www.dept-iarc.fr

3. Basen-Enquist K et al. Cancer 2003; 98 (9): 2009-14

4. http://www.cancer.gov/cancerinfo/type/servical/

5. Greimel E et al. Gynecol Oncol 2002;85;140-7

6. Munoz N. et al. N Engl J Med 2003:348:518-27

7. Munoz N. et al. int J cancer 2004; 111:278-85

8. Winer RL et al. Am j Epidemiol 2003:157(3): 218-26

9. Ferenczy A et al. Obstet Gynecol 1989; 74(6): 950-4

10. Bergeron C et al. Am J Obstet Gynecol 1990; 162 (1): 25-9

11. Roden RB et al. Sex Transm Dis 1995;22:236-43

12. Jamison JH et al. sex Transm Dis 1995;22:236-43

13. Castellsague X et al. Virus Research 2002; 89:191-9

14. Winer RL et al. N Engl J Med 2006; 354(25): 2645-54

15. http://cancer.gov/cancertopics/wyntk/cervix/page7

16. Basemaqn JG et al. J Clin Virol 2005;32(s);16-24

17. Ho GY et al. N Engl J Med1998;338 (7);423-8

18. Brown DR et al. J Infect Dis 2005;191;182-92

19. Bosch FX et al. J Natl Cancer Inst Monogr 2003.31;3-13

20. Bosch FX et al. J Clin Pathol 2002;55;244-65

21. De Jong A et al. cancer research 2004;64;5449-55

22. Stanley M et al. Vaccine 2006;249S3);106-13

23. Sankaranarayanan et al. Int J Gynaecol Obstet 2005;89(S2);S4-S12

24. http://cancer.gov/cancertopics/wyntk/cervix/page10

25. Goldie et al. J Nat cancer inst 2004;111:278-85

26. Harper et al.Lancet 2004;364;1757-65

27. Paavonen J et al. lancet 2007;369;2161-70

28. Andrijono . kanker serviks Edisi I.Divisi Onklogi. Dept. Obstetri-Ginekologi FKUI. Jakarta. Balai penerbit FKUI ; 2007; 67

29. Ikatan Dokter Anak Indonesia(IDAI); Buku Pedoman Imunisasi Di Indonesia. Edisi III. Jakarta;2008

30. Sawaya GF et al. N Eng J Med 2007;356;1991-3

31. Local PI version 2.0 + rev (31/01/2007)

kumpul blogger

Subcribe & Bookmark

Bookmark and Share

Bookmark and Share
Subscribe My Feed